Mencintai dan dicintai tak lain halnya dengan merenung,
kadang kita harus diam
kadang kita harus berfikir
Layaknya diri ini menjadi embun
tak kenal lelah untuk terus jatuh
setitik kotor pun tak ada walau beribu noda membasuh
Kudekap rayumu sang bidadari
Kau manis buat hati ini meringis
Kutimang benih untuk jadikan obat di pilunya hari ini,
Mendunia itu bukan inginku,
menjadi spesial itu bukan misiku..
tapi menjadi perenung ..
Itu janjiku,,
Perenung Hati
16.34 |
Label:
Puisi Romantis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar